Teori Chomsky
Mengenai Perkembangan Bahasa
Pengantar
Biografis
Pada
1949,Montessori berusaha menyadarkan
kita kalau kemampuan anak menguasai bahasa merupakan keberhasilan yang
mengagumkan.Bukan pembelajaran kata-kata yang mengesankan pendidik wanita ini,melainkan
ketepatan mereka menggunakan gramatika atau sintaksis sebuah sistem aturan
untuk menciptakan dan memahami kalimat-kalimat yang dengan benar.Aturan-aturan
gramatika ini begitu kompleks dan tertanam begitu dalam didalam bahasa-bahasa
ucapan sampai orang dewasa sendiri sulit untuk menyadarinya,tapi rntah
bagaimana anak sanggup menguasai tanpa mereka sadari kebanyakan dari
aturan-aturan tersebut diusia enam tahun.
Para
psikologi mungkin setuju dengan pendapat Montessori ini namun untuk waktu yang
cukup lama mereka dikudungi oleh ketidaktahuan tentang aturan-aturan dan
struktur-struktur gramatika itu sendiri.Pada tahun 1957,Chomsky tergugah
menerbitkan bukunya,Syantatic Structures,dimana
dia menggambarkan sejumlah pengoperasian bahasa yang kita gunakan untuk
membentuk dan mengubah kalimat.
Noam
Chomsky lahir pada 1928 di Philadelpa.Dia mempelajarai linguistik dari ayahnya
seorang pemikir Yahudi yang disegani dan belajar linguistik,matematika dan
filsafat di Universitas Pennsylvania.Sebenarnya dia bosan dengan kuliah-kuliah
itu setelah dua tahun mengikutinya,dan bersiap-siap untuk keluar kuliah saat
tiba-tiba saja bertemu dengan linguis kenaaman waktu itu,Zellig Harris.Chomsky
jadi begitu terserap dengan pekerjaan Harris sehingga mendorongnya untuk mulai
membuat inovasinya sendiri.Pada masa-masa inilah,Chomsky meraih gelar sarjana muda sampai doktornya dari
Pennsylvania.
Chomsky
terkenal bukan hanya karena inovasi-inovasinya didalam linguistik,namun juga
aktivitas-aktivitas dan tulisan-tulisan politiknya.Dia tumbuh besar didalam apa
yang disebutnya ‘komunitas Yahudi radikal’ (Lyons,1970,h.xi) dan menjadi salah
satu intelektual pertama yang menentang Perang Vietnam.Dia juga menulis secara
luas tentang kebijakan luar negeri Amerika dan menentang campur tangan militer
AS lainnya,termasuk perang melawan Irak.Chomsky dianugerahi delapan gelar
doktor kehormatan dan masih banyak lagi penghargaan lain yang bermacam-macam
bentuknya dibidang-bidang studi lain.
Konsep
Dasar
Pentingnya Aturan-Aturan
Sebelum Chomsky dikenal,kebanyakan orang percaya kepada
temuan teori belajar bahasa Brown yang disebut ‘gudang penyimpanan’.Anak-anak
mengimitasi orang lain dan memperoleh sejumlah besar kalimat yang mereka simpan
dikepala mereka.Kemudian mereka menyusun penyusunan kalimat yang tepat saat
kejadian-kejadian tertentu muncul (Brown dan Herrnstein,1975,h.444).
Chomsky
sebaliknya,membuktikan kalau pandangan ini tidak tepat.Manusia tidak hanya
belajar sejumlah kalimat,karena secara rutin kita selalu menciptakan kalimat-kalimat
baru.Seperti ketika menulis buku ini,saya menggunakan kata-kata yang sama
berulang-ulang namun saya menciptakan sebuah kalimat baru setiap kali menurut
kebutuhan.Dan hal ini terjadi karena kita memiliki aturan-aturan internal yang memampukan kita membuat kalimt sesuai
menggunakan kalimat-kalimat yang sudah pernah didengar dan dilihat,bahasa kita
mestinya sangat terbatas.Karena kita memiliki sistem aturan tertentu sebuah
gramatika maka kita bisa menemukan dan memahami kalimat-kalimat yang tidak
pernah didengar sebelumnya (Chomsky,1959,h.56).
Cara anak yang mengagumkan untuk menguasai
aturan-aturan bahasa
Chomsky telah memusatkan penelitiannya kepada
aturan-aturan untuk membuat transformasi kalimat,seperti saat kita mengubah
sebuah kalimat pernyataan menjadi pertanyaan.Sebagai contoh,kita bisa mengubah
kalimat pernyataan ‘Seekor anjing mengigit wanita itu’ menjadi kalimat
pertanyaan ‘Apakah seekor anjing yang mengigit wanita itu?’ Chomsky menunjukan
bahwa aturan-aturan untuk membuat tranformasi ini sangat bisa kompleks dan dia
begitu takjub ketika anak-anak bisa menguasainya dengan menggunakannya secara
rutin.
Chomsky
sendiri mengamati anak hanya secara tidak langsung.Namun kita bisa
mengilustrasikan kemampuan linguistik anak ini dengan beberapa temuan Roger
Brown (1973) yang sangat berinspirasikan oleh Chomsky.Secara diam-diam,Brown
merekam disebuah kaset ucapan spontan anak-anak selama beberapa tahun dan
menemukan diantara hal-hal yang lainya,bagaimana mereka membuat transformasi
kalimat dengan apa yang disebut question
tag (kata tanya pembantu yang
dibubuhkan pada kalimat pertanyaan).Tags adalah pertanyaan kecil diakhiri
kalimat pertanyaan (Brown dan Herrnstein,1957,h.471).
Pada
kasus apapun,perkembangan questions tag
ini selalu merujuk kepada penjelasan Chomsky:Anak-anak menguasai aturan-aturan
dan prosedur-prosedur linguistik yang kompleks dengan waktu yang sangat
singkat.Mereka tampaknya menguasai sebagain besar seluk-beluk gramatika pada
usia enam bulan atau lebih,dan sisanya pada masa remaja.Bukan berarti mereka
menyadari keberadaan aturan-aturan gramatika,bahkan Chomsky sendiri masih harus
berusaha membuat eksplit.Namun mereka berhasil menguasai pengetahuan ini pada
tingkatan intuitif.Mereka belajar dengan cepat aturan-aturan bahasa sendiri dan
jika dibutuhkan,bahasa kedua juga.Sudah menjadi pemandangan umum kata
Chomsky,bahwa anak-anak kecil dari orangtua imigran bisa mempelajari bahasa
kedua dijalanan,dari anak-anak lain dengan kecepatan yang menakjubkan,sehingga
anak baru akan berbicara dengan bahasa setempat semahir anak-anak lokal
(1959,h.42).
Chomsky
mengakui kalau ucapan setiap orang,termasuk orang dewasa,mengandung
kesalahan,selip kata,awal yang keliru dan fregmen-fragmen yang
terputus.Kekeliruan ini disebabkan oleh banyak faktor seperti
kecerobohan,kecemasan,dan tumpang tindih memori.Namun kekurangan-kekurangan
didalam performa ini sangat
dipengaruhi oleh kompetensi yang
mendasarinya,yang bisa terungkap paling baik lewat kemampuan membedakan kalimat
yang buruk pembentukannya dan yang baik pembentukannya (Chomsky,1962,h.531).
Hipotesis Bawaan (innate hypothesis)
Chomsky mengatakan kalau pencapaian linguistik anak-anak
pada umumnya terlalu besar untuk bisa dijelaskan jika kita beranggapan hal itu
yang diajarkan oleh lingkungan.Pengetahuan mereka berkembang jauh melebihi
pengalaman mereka.Kita hanya bisa menyimpulkan,kata Chomsky,bahwa anak-anak
tidak membangun gramatika dari bukti-bukti yang mereka dengar melainkan dari
rancangan batin sebuah program genetik (1972,h.171;1980,h.232-234).
Chomsky
suka membandingkan perkembangan gramatika dengan pertumbuhan organ-organ
fisik,seperti jantung atau alat-alat pengelihatan embrionik.Jika
struktur-struktur yang muncul terlalu rumit untuk bisa dijelaskan hanya lewat
masukan lingkungan.Lingkungan memang vital,namun dia hanya mendukung atau
mengaktifkan pola-pola yang secara instrinsik sudah ditentukan.Dengan cara yang
sama sederhananya,lingkungan linguistik utamanya memacu pengkonstruksian
sistem-sistem gramatika yang polanya sudah ditentukan oleh cetak biru manusia
(1980,h.33).
Namun
ada pertanyaan yang kemudian muncul.Jadi bagaimana cara kerja proses pembelajaran
bahasa bawaan seperti ini?ketika bahasa tidak seperti organ fisik dan bahasa
yang dipelajari anak bergantung kepada budaya tempatnya dibesarkan.
Usulan
Chomsky yang terbaru adalah (1986,h.145-150),ketika anak menguasai sebuah
gramatika mereka dituntun oleh pengetahuan bawaan mengenai gramatika
universal.Secara otomatis mereka tahu bentuk umum bahasa yang harus diambil.Namun
gramatika universal ini memiliki celah didalamnya,membiarkan parameter tertentu
terbuka.Sebagai contoh,salah satu prinsip universal gramatika adalah semua
kalimat mestinya mengandung satu topik,namun beberapa bahasa mengizinkan
pembicara untuk rutin membiarkan topik ini implisit yaitu ketika pembicara
tidak harus menyuaraknnya.Dalam bahasa Italia kita hanya mengatakan ‘Pergi’
diaman dalam bahasa Inggris orang harus mengatakan ‘Dia pergi’ (Hyams,1986).Kalau begitu,anak-anak memerlukan informasi dari lingkungan
untuk menyiapkan parameter ini,menentukan aturan-aturan mana yang sedang
diikuti bahasa mereka.Kemampuan anak belajar bahasa kalau begitu,Chomsky
mempostulasikan merupakan sesuatu yang sepesifik bagi spesies (ditemukan hanya
pada manusia) dan menjadi kemampuan istimewa didalam pikiran
manusia.Artinya,sebuah kemampuan yang tidak bisa disamakan begitu saja dengan
belajar sains,music dan seterusnya,kamampuan ini sudah memiliki rancangan
genetiknya sendiri.
0 comments:
Post a Comment