Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts

Sunday, 16 January 2022

Fungsi Musik

Musik adalah bentuk suatu hasil karya seni dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi,harmoni, bentuk, struktur lagu, dan ekspresi sebagai salah satu kesatuan, hal tersebut merupakan penjelasan dari (Hamrin, dkk 2018). Sedangkan (Arifkan, 2018) fungsi itu adalah peranan. Fungsi musik bagi manusia mempunyai fungsi psikologis (kejiwaan), Sosiologis yang dapat membantu atau sebagai perantara dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk keagaamaan, iringan tari, kebudayaan. Bahwa fungsi musik terbagi menjadi dua yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Fungsi primer sebagai sarana upacara, hiburan , dan tontonan.



Fungsi sekunder sebagai pengikat solidaritas, dan sebagai meditasi. Musik berperan sebagai alat pemersatu, jika dalam satu kelompok memainkan musik secara bersama-sama, secara tidak langsung musik tersebut menjadi alat 17 pemersatu baik sesama pemain dan penikmat musik. Pada penyajian musik khususnya musik tradisional terdapat fungsi yang menuntun terselenggaranya penyajian atau pertunjukkan musik. (Sujarno, 2014), mengatakan pada dasarnya seni pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi yaitu :

  1. Fungsi ritual

Pada mulanya musik tradisional tumbuh karena adanya ritual atau kebiasaan adat setempat seperti upacara adat, atau upacara keagamaan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau yang diagungkan.

  1. Fungsi Pendidikan

Sebagai fungsi pendidikan dimana suatu pertunjukan membawa pesan kepada penonton dan juga pemain musik. Pada umumnya pesan-pesan itu bersifat baik yang sampaikan dalam bentuk nyanyian, tarian, atau bahkan aloginya. Fungsi pendidikan sebagai penonton dapat lebih mengenal mengenai musik tradisional dan mengenal akan budaya sendiri, sebagai pemain fungsi pendidikan muncul dari keinginan untuk melestarikan musik tradisional.

  1. Media Penerangan Sebagai Kitik Sosial

 Biasanya pada suatu penyajian atau pertunjukan sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan atau pesan kritik sosial. Dimana pesan tersebut bisa disampaikan dalam bentuk dialog, nyanyian dan gerak. Biasanya menceritakan tentang masalah yang sedang berlangsung.

  1. Fungsi Hiburan

Pada umumnya penonton atau penikmat seni datang melihat untuk mengapresiasi suatu penyajian seni baik itu seni tari, musik, maupun drama untuk mencari hiburan. Pada seni pertunjukan tradisional sebagai sarana hiburan, biasanya tersebut begitu lepas dan tidak dikaitkan dengan pelaksanaan atau tata cara ritual. (Fuadah dkk, 2018), yang menyatakan fungsi pendidikan musik bagi kehidupan anak adalah untuk menolong 18 mereka mencapai kesuksesan dalam bersosialisasi dan kehidupannya. Hal tersebut dapat diraih salah satunya dengan bermain ansambel. Bermain musik secara ansambel memiliki banyak manfaat seperti memunculkan sikap tanggung jawab, bekerja sama dan harmonis antar peserta didik

Serta juga menurut (Subiyanto, 2017: 8) Fungsi musik tradisional, bagi masyarakat Indonesia secara umum ada tiga fungsi musik tradisional seperti:

  1. Sarana Upacara Adat Budaya (Ritual)

Upacara-upacara adat Indonesia selalu melibatkan musik tradisi. Apabila kedudukan musik merupakan bagian pokok atau bahkan inti upacara adat maka disebut musik tradisi. Oleh karena itu, kehadiran musik tradisi dalam upacara adat ini bersifat mutlak.

  1. Pengiring tarian

Musik tradisional juga digunakan masyarakat mengiringi tarian-tarian khas daerahnya. Kebanyakan tarian khas daerah Indonesia hanya cocok jika di iringi musik daerahnya sendiri. Antara tarian dan musik pengiringnya memiliki keselarasan yang khas. Iringan musik yang sesuai menjadikan tarian tampil lebih hidup seperti cita rasa yang dimaksudkan.

  1. Sarana Hiburan

Hiburan yang bersifat invidu akan menyegarkan kembali keletihan mental orang yang bersangkutan. Orang bisa duduk sendirian menghibur diri dengan bermain suling. Ia bebas menyanyikan lagu kesukaannya dengan alat musik yang dikuasai.

Komposisi musik

 

Secara etimologis, komposisi berarti menyusun dan dalam banyak masyarakat komposisi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian, bakat, dan ketaatan pada aturan-aturan yang telah ditentukan. Dengan demikian, itu berartimusik yang diubah atau dicipta harusmemenuhi aturan atau kaidah musik tertentu.



Komposisi adalah suatu istilah yang biasanya digunakan 16 untuk menyusun suatu karya musik, baik vokal, instrumen, maupun gabungan keduanya yang bentuk dalam notasi tertulis ataupun proses dimana komposer telah menyusun komposisi. Komposisi musik merupakan proses kreatif yang melibatkan beberapa persyaratan, yaitu bakat (Sidik, 2004).

Pengertian tersebut menjelaskan tentang komposisi musik adalah suatu pengembangan ide musikal dan penggabungan dari elemen-elemen musik melalui pengetahuan, pengalaman, rasa, dan estetika untuk menjadikan sebuah karya musik original.

 Sehingga dapat disimpulkan, Komposisi musik adalah proses menyusun atau membentuk bagian musik dengan cara menggabungkan elemen- elemen musik. Ketika menyusun sebuah bagian musik, seorang komposer dapat dikatakan sedang membuat komposisi musik.

Thursday, 13 January 2022

Mengenal Karakter Plafon

Memilih plafon memang tidak cukup mudah, kita harus mempresisikan dengan bentuk dan desain rumah kita. Namun sebenarnya banyak hal yang harus kita perhatikan dalam memilih sebuah bahan plafon rumah kita, salah satunya adalah kualitas, harga, dan kemudahan pemasangan bahkan dari sisi kesehatannya. Karena itu sebaiknya kita juga harus memahami karakter-karakter plafon sebelum menggunakannya.

Plafon Triplek

Plafon Triplek merupakan material plafon paling populer untuk kalangan menengah bawah. Variasi ketebalannya membuatnya semakin menarik menjadi pilihan para pemborong/kontraktor. Karena semakin memudahkan kontraktor menipu pemilik bangunan. Namun demikian, plafon triplek memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan jenis plafon triplek dalam proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat dilakukan oleh tukang kayu sehingga tidak kesulitan dalam pengerjaannya. Material triplek mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya. Kelemahan bahan triplek ini tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar api dan apabila sering terkena air atau rembesan akan lebih mudah rusak. Namun agar kembali indah seperti semula. Biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok.

Plafon Asbes

Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis, mesothelioma, hingga kanker. Sebenarnya plafon asbes tahan terhadap akibat kebocoran rumah. Asbes merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Namun asbes biasa digunakan sebagai atap rumah karena memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan, adapun keuntunganya antara lain: harga yang murah, ringan, pengerjaan yang mudah, tahan terhadap panas, kedap suara, dan rumah terasa sejuk. sedangkan untuk kelemahanya di antaranya, eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan.

 Plafon Fiber

Bahan Fiber Semen yaitu perpaduan gypsum dengan triplek di mana mempunyai kelebihan dan kelemahan yang sama. Dari segi harga Fiber Semen lebih murah dari Gypsum. Bahan ini cenderung lebih keras dan lebih berat sehingga harus hati-hati sewaktu memotong karena mudah retak.

Sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran. Keunggulan plafon Fiber tahan terhadap  air, lebih kuat, dan ringan. Proses pengerjaanya cukup mudah. Kelemahan dari plafon fiber yaitu tidak tahan dari benturan dan material fiber masih jarang dijumpai di beberapa daerah.

Plafon Gypsum

Plafon gypsum semakin populer menggantikan plafon triplek, karena bila pengerjaannya rapih bisa menghasilkan plafon yang licin mulus tanpa terlihat sambungan. Salah satu faktor utama yang mendongkrak kepopulerannya adalah sangat banyaknya variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lisplang, hiasan tengah, hiasan sudut, dll.

Tetapi gypsum memiliki kelemahan tidak tahan terhadap air, sehingga bila direncanakan mengaplikasikan gypsum, konstruksi atap rumah harus benar-benar tidak boleh bocor. Kebocoran akan menghasilkan noda pada plafon gypsum yang licin mulus. Sisi negatif plafon ini adalah tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus dalam perbaikannya.

 Plafon Akustik

Plafon akustik merupakan salah satu solusi untuk meredam kebisingan karena plafon akustik merupakan plafon yang tahan terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Biasanya plafon jenis ini cenderung digunakan untuk studio rekaman atau pabrik-pabrik agar suara bising yang dihasilkan tidak sampai mengganggu masyarakat sekitarnya. Plafon akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi. Namun plafon ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Adapun kelebihannya adalah dapat meredam suara sehingga untuk kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan sehingga mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat. Adapun kelemahanya adalah Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta harganya relatif lebih mahal.

 Plafon PVC

Plafon ini memiliki kelebihan seperti tahan terhadap air dan rayap, dan juga tidak perlu tambahan pekerjaan dan biaya cat. Namun karena harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan bahan Gypsum dan Triplek menjadi kelemahan dari plafon PVC, namun demikian kualitas yang di tawarkan lebih bagus.

Plafon Kayu

Kelebihan dari plafon ini adalah lebih artistik dan menciptakan ruangan lebih klasik. Sedangkan kekurangannya pengerjaannya lebih sulit, lama, dan memerlukan ketelitian. Disamping itu harganya pun lebih mahal dari gypsum, dan juga mudah dimakan rayap

Plafon Metal

Kelebihan dari plafon metal adalah anti air, anti rayap, dan juga tahan lama, di samping itu selain memiliki kelebihan, sama seperti plafon yang lain plafon metal juga memiliki kelemahan yaitu harganya yang lumayan mahal

Jenis-jenis plafon

Plafon Tripleks

Plafon berbahan tripleks merupakan  jenis penutup plafon yang sering dipakai. Bahan pembuatan plafon ini adalah kayu kaso. Ukuran tripleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm, dan 6 mm. Pemasangan plafon ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafon dapat menggunakan kayu kaso 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm. Namun jika menginginkan rangka yang kuat dapat menggunakan kayu kasa 5/7, sedangkan untuk tripleksnya menggunakan ukuran 6 mm. 

Plafon Eternit/Asbes

Asbestos atau panggilan akrabnya asbes, merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Dalam pasaran ukuran plafon eternit  adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m. Cara   pemasangan pun sama dengan plafon tripleks. Anda dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm untuk rangka plafon.

Plafon Fiber

Saat ini plafon fiber sudah banyak digunakan. Dalam aplikasi untuk plafon rumah menggunakan papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement Board). Harganya relatif murah dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafon dapat mengunakan kasau 4/6 atau 5/7 maupun besi hollow ukuran 40 mm x 40 mm.

Plafon Gypsum

Saat ini, plafon gypsum telah menjadi menjadi favorit masyarakat Indonesia. Ukuran untuk plafon adalah 122 cm x 244 cm. Untuk rangka dapat menggunakan kayu maupun metal furing. Penggunaaan kayu sebagai rangkanya akan lebih kuat saat dipijak. Namun jika digunakan pada rumah bertingkat sebaiknya pada lantai bawahnya di anjurkan rangka metal furing saja.

Plafon Akustik

Plafon akustik solusi terbaik dalam merencanakan sebuah ruangan yang dapat meredam kebisingan. Karena plafon akustik merupakan plafon yang tahan terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm x 120 cm. Plafon akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi.


Plafon PVC

Plafon PVC terbuat dari Plastik Poly Vinyl Chloride. Teknik pemasangannya pun mudah yaitu dengan system knockdown. Plafon PVC pada umumnya sudah dengan finishing warna dan motif sehingga tidak perlu tambahan pekerjaan dan biaya cat.

Plafon Kayu/Lembar Sering

Papan kayu atau lembar sering adalah kayu olahan yang dibuat bentuk menjadi lembaran-lembaran biasanya berukuran 1/9 cm yang di keringkan dengan open untuk mengurangi kadar airnya sehingga pada saat diaplikasikan tidak terjadi penyusutan lagi. Plafon lembar sering biasanya di gunakan pada luar bangunan. Finishing plafon kayu biasanya menggunakan impra sehingga warna kayunya lebih kelihatan.

Plafon Metal

Bahan dasar dari plafon metal adalah lempengan metal tipis yang di embos sehingga tercetak berbagai motif dan ukiran kemudian ditambah dengan finishing cat minyak. Untuk saat ini motif dan ukiran plafon metal lebih dominan dengan unsur klasiknya.

JENIS JENIS SEMEN


Sesuai dengan kebutuhan pemakai, maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian, sehingga ditemukan berbagai jenis semen.

1.      Semen Portland (OPC)

2.      Water proofed cement

3.      Semen Putih

4.      High Alumina Cement

5.      Semen Anti Bakteri

6.      Oil Well Cement (OWC)

7.      Semen Campur

1.      SEMENT PORTLAND (OPC)

Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :

1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)

Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.

Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran

2. Tipe II (Moderate sulfat resistance)

Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.

3. Tipe III (High Early Strength)

Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari

4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)

Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I

5  Tipe V (Sulfat Resistance Cement)

Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb

 

2.      WATER PROOFED CEMENT

Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

 

3.      WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)

Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

 

4.      HIGH ALUMINA CEMENT

High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :

1.      Rafractory Concrette

2.      Heat resistance concrete

3.      Corrosion resistance concrete

5.      SEMEN ANTI BAKTERI

Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicideBahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :

1.      Kamar mandi

2.      Kolam-kolam

3.      Lantai industri makanan

4.      Keramik

5.      Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri

 

6.      OIL WELL CEMENT

Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu :

KELAS A

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan

KELAS B

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang

KELAS C

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi

KELAS D

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang

KELAS E

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi

KELAS F

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi

KELAS G

Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

7.      BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)

Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :

1.      Semen Portland Pozzolan (SPP)

2.      Portland Pozzolan Cement (PPC)

3.      Portland Blast Furnace Slag Cement

4.      Semen Mosonry

5.      Semen Portland Campur (SPC)

6.      Portland Composite Cement (PCC)

1.      Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)

Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.

2.      Portland Blast Furnace Slag Cement

Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :

1.      Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.

2.      Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland

3.      Mempunyai permebility yang rendah

3.      Semen Masonry

Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .

 

4.      Portland Composite Cement (Semen Portland Komposit) PCC

Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif

1.      Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif

2.      Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif

Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.

Proses Produksi Semen Portland

Langkah Utama Proses Produksi Semen adalah:

1.                  Penggalian/Quarrying:Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen: yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur (calcareous materials) seperti batu gamping, kapur, dll., dan yang kedua adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) seperti tanah liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan kemudian diangkut ke alat penghancur.

2.                  Penghancuran: Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primer bagi material yang digali.

3.                  Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untuk menentukan komposisi tumpukan bahan.

4.                  Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkut tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi. Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.

5.                  Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon dimana terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada pre‐heater ini dan berlanjut dalam kiln, dimana bahan baku berubah menjadi agak cair dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400°C, bahan berubah menjadi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker, kemudian dialirkan ke pendingin klinker, dimana udara pendingin akan menurunkan suhu klinker hingga mencapai 100 °C.

6.                  Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinker dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis P dihancurkan dalam sistim tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo semen.

Hidrasi Semen

Hidrasi semen adalah proses reaksi antara semen dengan air, proses hidrasi pada semen sangat penting karena dari proses ini akan menentukan kekuatan semen pada akhirnya. Reaksi dari proses hidrasi ini sangat kompleks, tetapi secara umum dapat dituliskan sebagai berikut (VanVlack, 1985):

Ca3Al2O6+ 6 H2O Ca3Al2(OH)12+ 200 J/g

Ca2SiO4 + x H2OCa2SiO x H2O+ 500 J/g

Ca3SiO5 + (x+1) H2OCa2SiO4x H2O + Ca(OH)2 + 865 J/g

Untuk semen-semen denganpenggunaan khusus, reaksi tentunya berbeda karena komposisi dan jenis penyusunnya tidak sama dengan semen Portland. Dari reaksi hidrasi diatas jugatampak bahwa, semua reaksi bersifat eksotermis. Panas yang dilepas memangrelatif kecil sehingga tidak menjadi masalah pada saat penguapan. Panas inimenjadi masalah, jika semen digunakan untuk membangun bendungan besar. Padakasus seperti ini harus dicarikan cara mendinginkan semen agar penguapan airtidak terlalu cepat akibat pemanasan dari dalam.