Showing posts with label Tari. Show all posts
Showing posts with label Tari. Show all posts

Saturday, 3 September 2022

Gerak Tari

Jenis Gerakan Tari

Berikut ini adalah jenis-jenis gerakan dalam tari:

1. Gerak Murni

Gerakan murni tujuannya adalah untuk memperindah tarian tanpa maksud melambangkan apa pun. Contohnya adalah gerakan memutar pergelangan kaki dan menginjak kaki tanpa tujuan tertentu atau gerakan menggulung syal di akhir tarian, dll.

2. Gerak Maknawi

Selain fungsi estetika, gerak tarian juga mengutamakan niat atau simbol tertentu yang ingin disampaikan kepada penonton tari. Misalnya, dalam tarian burung merak, ada gerakan untuk memperbesar syal saat bergerak di panggung yang mewakili gerakan burung merak, dll.

Bentuk Gerak Tari Berdasarkan Jumlah Penari

berdasarkan jumlah penari, gerak tarian dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Gerak tunggal, gerak berpasangan, dan gerak kelompok. Berikut penjelasanya:

  1. Gerak Tunggal, adalah gerakan tarian yang dilakukan oleh seorang penari, baik pria maupun wanita. Para penari harus lebih berani, lebih percaya diri dan mampu menguasai gerakan tarian yang akan dilakukan. Variasi gerakan tari individu adalah gerakan tempat, gerakan tempat bergerak, gerakan lantai dan gerakan lompat. Contoh gerakan individu adalah tarian Bondan, tarian Anom Gambier, tarian Rahwana, tarian Golek, tarian Srikandi dan tarian Sekar Putri.
  2. Gerak berpasangan, biasanya dilakukan oleh dua penari yaitu seorang penari atau bisa juga dipasangkan dengan putra dan putri. Saat berpasangan, gerakan dengan pasangan dansa belum tentu sama. Gerakan ini biasanya dilakukan dalam arah yang berlawanan atau diputar ke arah lain. Ketika gerakan tarian ini dilakukan dengan baik dan kompak, tarian menjadi lebih indah.
  3. Gerak kelompok dilakukan oleh tiga atau lebih penari, ketika melakukan gerak kelompok masing-masing penari tidak dapat disorot karena ia terikat oleh aturan. Aturan harus dihormati oleh semua penari untuk menciptakan keharmonian. Gerakan-gerakan tarian yang dilakukan dalam kelompok memberikan prioritas pada kohesi sehingga memiliki komposisi yang baik dan seimbang dalam pembentukan informasi.

Fungsi Tari

 

Fungsi Tari



Salah satu fungsi tari adalah sebagai ekspresi dan ungkapan penari. Ini karena manusia adalah makhluk sosial yang perlu berkomunikasi dengan makhluk lainnya. Berikut adalah fungsi dari tari:

1. Sarana Keagamaan

Tari selalu digunakan dalam upacara keagamaan manusia sebagai sarana berkomunikasi dengan Tuhan dan sebagian besar tari digunakan sebagai media keagamaan yang sakral.

Masih ada tarian religius di pulau Bali yang biasanya dilakukan sebagai sarana komunikasi dengan para dewa dan leluhur mereka. Di kuil-kuil misalnya tarian Kecak, Sang Hyang, Keris dan Rajang.

2. Sarana Pergaulan

Tarian pergaulan adalah tarian yang dimaksudkan untuk mengekspresikan keharmonisan masyarakat. Ini karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk menciptakan keakraban.

Keintiman ini akan muncul ketika ada cara untuk menyambut salah satu tariannya. Contoh dari tari pergaulan ini adalah tari Jaipongan, tari Tayub, tari Adu Jago dan tari Manduda.

3. Sarana Tontonan

Tari adalah jenis sarana yang murni menyenangkan. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki jenis tarian. Harapanya adalah setiap orang yang melihat tarian ini akan terhibur.

Unsur-Unsur Tari

 

Unsur-unsur Tari

Di dalam seni tari tentunya terdapat unsur-unsur nya. Berikut adalah unsur-unsur tari yang harus anda ketahui:

1. Ragam Gerak

Elemen yang paling penting dalam tari adalah ragam gerakan. Karena apa yang Anda lihat dalam tarian adalah gerakan penari. Gerakan dalam tarian harus memiliki nilai estetika, keindahan, dibumbui dengan ekspresi, emosi jiwa manusia dan harus membangkitkan minat para pecinta tari.



Bagian tubuh yang sering digunakan adalah bagian atas, tengah dan bawah. Bagian atas terdiri atas mata, alis, kepala dan sebagainya. Dan bagian bawah adalah bahu, lengan, pinggul dan lainnya. Sedangkan di bagian bawah terdiri dari kaki, lutut dan lainnya.

2. Pakaian (kostum)

Tampilan penari sangat penting dalam setiap aspek penari. Ini karena rasanya aneh ketika seorang penari memakai kostum yang tidak sesuai dengan tema nya. Pakaian si penari harus mengandung estetika untuk mendukung tarian yang akan mereka kenakan.



3. Iringan

Iringan yang menyertai tarian tidak kalah penting dari elemen-elemen di atas. Iringan yang menyertainya adalah musik yang mengiringi tarian di setiap pertunjukan.



Iringan ini sangat membantu dalam segala hal dan membantu para penari untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Ini juga menambah nilai keindahan dan estetika untuk menarik minat pecinta tarian.

Jenis-Jenis Tari

 Pengertian tari 

Tari adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh yang dilakukan di tempat tertentu dan pada waktu tertentu untuk mengekspresikan perasaan, niat, dan pikiran. Tari merupakan kombinasi dari berbagai elemen, yaitu tubuh, ritme dan rasa.

Tari adalah gerakan tubuh sesuai dengan irama yang menyertainya. Tari juga berarti ekspresi jiwa manusia melalui gerakan ritmis sehingga dapat memicu rangsangan. Yang dimaksud dengan ekspresi jiwa adalah rangsangan emosional dan cetusan rasa disertai dengan kemauan. Menurut dr. Soedarsono, tarian adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerakan ritmis yang indah.

Jeni-jenis Tari

Jenis tari yang ada di indonesia terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu tari tradisional, tari kontemporer dan tari kreasi baru. Berikut adalah penjelasannya

1. Tari Tradisional

Definisi tari tradisional adalah tarian yang berasal dari suatu daerah dan diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga menjadi budaya daerah ini. Tarian daerah biasanya memiliki nilai filosofis seperti agama, kepahlawanan dan sebagainya.



Tari tradisional dibagi menjadi tari klasik dan tari rakyat. Tari rakyat adalah tarian yang telah berkembang di masyarakat dan sebagai simbol kebahagiaan dan kegembiraan. Pada umumnya tidak ada aturan baku untuk tarian rakyat ini, jadi tariannya sangat bervariasi.

Untuk tari klasik adalah tarian yang berasal dari istana atau kaum bangsawan. Tarian ini berkembang di lingkungan atas karena anak-anak kecil dilarang untuk menari. Berbeda dengan tarian rakyat, tarian klasik memiliki aturan standar dan aturan tertulis.

2. Tari Kontemporer

Karya kontemporer adalah suatu bentuk kebaharuan dari karya seni. Sesuatu yang cenderung baru yang muncul pada masa saat ini. Tari Kontemporer adalah karya tari dimana tidak terpatok pada nilai-nilai gerak tradisi pada katya tari tradisional. Akan tetapi, karya tari kontemporer biasanya berpijak kepada gagasan apa yang akan disampaikan, dengan bentuk gerak atau kemasan pertunjukan lebih menyesuaikan dengan ide gagasan.

 


3. Tari Kreasi Baru

Definisi tari kreasi baru adalah pembagian dari seni tradisional. Gerakan untuk tarian ini umumnya digabungkan atau dikolaborasikan dengan jenis tarian lainnya. Sebagai aturan, tari kreasi baru ini digunakan sebagai ritual untuk upacara keagamaan dan lainnya. Tari kreasi juga merupakan jenis tari yang pada dasarnya koreografi yang digunakan bertolak dari tari tradisional atau pengembangan  terhadap pola yang sudah ada sebelumnya. Secara mudahnya tari kreasi adalah tarian pengembangan dari tari rakyat atau tari tradisional.



Dengan jenis tari ini, kreasi baru dapat dibagi menjadi dua, yaitu kreasi tari non-tradisional dan kreasi tarian tradisional. Kreasi baru dari tarian non-tradisional adalah tarian yang tidak dibimbing oleh tarian tradisional.

Namun tari ini menggunakan pedoman aturan tarian yang disesuaikan dengan tema tarian yang akan ditampilkan. Sedangkan kreasi tradisional dari pola tari adalah tarian berdasarkan aturan tarian tradisional.


Monday, 21 February 2022

Seni tari merupakan

 Seni tari sebagai ekspresi menusia yang bersifat estetis merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dalam masyarakat yang penuh makna. Keindahan tari tidak hanya keselarasan gerakan-gerakan badan dalam ruang dengan iringan musik tertentu, tetapi seluruh ekspresi itu harus mengandung maksud-maksud tari yang dibawa (Sumandiyo Hadi,2007: 13). Seni tari merupakan suatu gerakan berirama, dilakukan ditempat dan  waktu tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan menyampaikan pesan dari seseorang maupun kelompok. Menurut (Hidayat, 2017) seni tari adalah seni yang mengekpresikan nilai batin melalui gerak yang indah dari tubuh/fisik dan mimik. Seni tari yang tersimpan di berbagai daerah nusantara salah satunya dapat dilihat dari banyaknya kesenian yang lahir dan berkembang di Indonesia. Tari merupakan ungkapan perasaan manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis dan iringi musik. 



Seni tari merupakan cabang seni yang menggunakan tubuhnya sebagai media menurut Supriyanto (2012:12) Tari adalah suatu bentuk pernyataan imajinatif yang tertuang melalui kesatuan simbol-simbol gerak, ruang, dan waktu. Tari dapat diartikan secara universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Gerak tari memiliki bentuk yang beraneka ragam, setiap gerakan memiliki ciri khas atau keunikan gerakannya masing-masin. Dapat disimpulkan bahwa seni tari adalah cabang seni yang mengungkapkan keindahan melalui gerak. 

Thursday, 13 January 2022

Contoh soal seni budaya BAB manajemen pagelaran Tari

 


1.       Suatu proses perencanaan dan pengambilan keputusan sebuah pergelaran yang terhubung dengan pelaksanaan pementasan, mulai dari materi pementasan sampai pada artistik panggung di sebut?

a)      Manajemen pergelaran tari

b)      Pameran seni

c)       Seni pertunjukan

d)      Pertunjukan tari

e)      Seni budaya

2.       Hal pertama kali yang di lakukan sebelum melaksanakan manajemen pergelaran tari adalah?

a)      Pengendalian

b)      Pengorganisasian

c)       Pengelolaan

d)      Perencanaan

e)      Penerapan

3.       Pengorganisasian dalam manajemen pergelaran tari dapat juga di sebut dengan?

a)      Penentuan

b)      Kepanitiaan

c)       Pengalokasian

d)      Penetapan

e)      Pementasan

4.       Pengendalian dalam manajemen pergelaran tari adalah pemgambilan tindakan atau koreksi jika ........ tidak sesuai dengan yang di rencanakan

a)      Perencanaan

b)      Pengorganisasian

c)       Pengelolaan

d)      Realisasi

e)      Keputusan

5.       Di bawah ini yang termasuk kedalam fungsi manajemen pergelaran tari kecuali....

a)      Perencanaan

b)      Pengorganisasian

c)       Pengelolaan

d)      Pengendalian

e)      Penataan

6.       K.R.T. Sinta mardewa adalah salah satu seniman tari dari Yogyakarta yang di beri gelar oleh masyarakat dan keraton yogyakarta, yaitu...

a)      Maestro yogyakarta

b)      Koreografer tari yogyakarta

c)       Seniman tari yogyakarta

d)      Empu tari klasik gaya yogyakarta

e)      Guru tari yogyakarta

7.       Kepanitiaan dalam pergelaran tari di bagi antara artistik dan administrasi yang seluruhnya di pimpin oleh seorang....

a)      Pimpinan produksi

b)      Stage manajer

c)       Humas

d)      Koreografer

e)      Komposer

8.       Di bawah ini yang termasuk kedalam kepanitiaan pergelaran tari adalah... *

a)      Pimpinan produksi

b)      Sekertaris

c)       Bendahara

d)      Humas

e)      Semua jawaban benar

9.       Yang termasuk kedalam kepanitiaan pergelaran tari bagian kesekretariatan adalah, kecuali...

a)      Sekertaris

b)      Koreografer

c)       Bendahra

d)      Humas

e)      Dokumentasi

10.   Yang termasuk kedalam kepanitiaan pergelaran tari bagian tim artistik adalah…

a)      Sekertaris

b)      Koreografer

c)       Bendahara

d)      Humas

e)      Dokumentasi *

11.   Orang yang menyiapkan musik pengiring untuk mendukung karya tari di sebut...

a)      Penata musik

b)      Penata cahaya

c)       Penata tari

d)      Koreografer

e)      Penata suara

12.   Sebuah pementasan membutuhkan persiapan yang tidak main-main, terlebih jika di selenggarakan di dalam atau di luar gedung pertunjukan. Hal yang harus di persiapkan dalam pergelaran tari adalah....

a)      Pelatihan

b)      Persetujuan panitia

c)       Perencanaan anggaran dan pendapatan

d)      Pengendalian

e)      Pementasan

13.   Yang termasuk kedalam perncanaan anggaran dalam manajemen pergelaran tari adalah, kecuali... *

a)      Iuran

b)      Sewa tempat pentas

c)       Konsumsi

d)      Kostum dan rias

e)      Publikasi *

14.   Yang termasuk kedalam perencanaan pendapatan dalam manajemen pergelaran tari adalah *

a)      Kostum dan rias

b)      Publikasi

c)       Dokumentasi

d)      Sponsor

e)      Biaya p3k

15.   Jika dana yang terkumpul dari iuran dan penggalangan dana kurang mencukupi, panitia penyelenggara dapat meminta dana ke beberapa perusahaan sebagai bentuk kerja sama yaitu dengan mengajukan...

a)      Sumbangan

b)      Proposal

c)       Pertunjukan

d)      Pernyataan

e)      Dana

16.   Suatu usulan atau rencana kegiatan yang di terangkan dalam bentuk rancangan kerja secara terperinci dan sistematis yang akan di laksanakan atau di kerjakan adalah... *

a)      Pergelaran

b)      Pertunjukan

c)       Pendapatan

d)      Proposal

e)      Pembiayaan

17.   Di bawah ini Unsur-unsur dalam proposal manajemen pertunjukan, kecuali... *

a)      Cover

b)      Latar belakang

c)       Susunan kepanitiaan

d)      Rencana anggaran

e)      Sinopsis

18.   Hal-hal yang harus di perhatikan di dalam pembuatan proposal, kecuali..

a)      Desain proposal harus menarik

b)      Proposal yang anda buat harus memberikan informasi secara detail dan menyeluruh kepada sponsor

c)       Konsep yg harus menarik

d)      Pastikan tidak ada kesalahan dalam menghitung nilai anggaran

e)      Pastikan proposal salah tujuan

19.   Dalam merancng manajemen pergelaran tari, pembentukan kepanitiaan termasuk kedalam fungsi... *

a)      Perencanaan

b)      Pengendalian

c)       Pelaksanaan

d)      Pengorganisasian

e)      Pengawasan

20.   Orang yang bertanggung jawab dan mengatur jalannya pertunjukan dari saat mulai hingga selesai adalah.. *

a)      Stage crew

b)      Stage manajer

c)       Pimpro

d)      Sekertaris

e)      Humas

 

Sunday, 9 January 2022

Seni Tari : wiraga, wirama, & wirasa

 Seni Tari

Seni merupakan suatu hasil karya yang diciptakan yang memiliki nilai keindahan. Di samping itu seni bertujuan untuk mengembangkan kreativitas serta membentuk karakter siswa menjadi berbudaya yang luhur (Mustika, 2013: 26). Seni memiliki simbol-simbol dalam penyampaiannya baik itu melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung. Tari adalah desakanperasaan manusia didalam dirinya yang mendorongnya untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak yang ritmis (Soedarsono, 1992: 81).


Tari mampu menciptakan untaian gerak yang dapat membuat penikmatnya peka terhadap sesuatu yang ada dan terjadi disekitarnya, sebab tari merupakan sebuah ungkapan yang diekspresikan melalui gerak-gerik sebuah tubuh. Seni tari merupakan gerak tubuh manusia yang terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang didalamnya terdapat unsur keindahan gerak, ketepatan irama dan ekspresi (Mustika, 2013: 22).

Seni tari merupakan gerak tubuh manusia yang terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan gerak, ketepatan irama, dan ekspresi. (Salmurgiyanto, 2002: 10) Sebuah tarian harus berpijak dalam tiga aspek pokok yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Adapun penjabaran mengenai tiga aspek pokok tersebut yakni: 

           Wiraga

Wiraga merupakan kesesuaian dan keselarasan antara jenis tariandengan umur dan fisik penarinya. Misalnya, tari Bedana dimainkan oleh anak-anak, “tari muli siger” cocok ditarikan oleh gadis-gadis cantik berperawakan ayu, “tari Bedana” akan lebih indah jika ditarikan oleh sepasang mulimenghanai

            Wirama

Kesesuaian dan keselarasan antara irama lagu atau musik pengiring dengan gerak tari. Tarian yang bersifat atraktif dan dinamis sangat cocok diiringi dengan lagu bernuansa gembira dengan tempo cepat. Sebaliknya, tarian yang bernuansa romantis atau melankolis tempo lebih pelan.

Wirasa

Penghayatan yang dilakukan oleh penari terhadap materi dan jenis tarian. Menari bukan sekedar menggerakan anggota tubuh, melainkan mengekspresikan nilai seni atau keindahan melalui bahasa gerak tubuh dan ekspresi wajah

Tari Khakot Tanggamus Lampung

 

Tari pada dasarnya adalah sebuah pernyataan budaya yang mengandung pesan-pesan tertentu (naratif, simbolik, dan kinestetik) . Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang dituangkan dalam gerak tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sajian tari selalu dipengaruhi bahkan dipolakan oleh nilai-nilai dan konsep seni serta budaya kelompok etnis yang melahirkannya. Tari dalam kehidupan masyarakat adat lampung tidak hanya sekedar aktivitas kreatif dari suatu kelompok masyarakat, melainkan lebih dari itu, berfungsi sebagai sarana integrasi yang menyatukan individu-individu didalamnya dan sebagai salah satu unsur budaya yang berperan dalam setiap peristiwa adat. Salah satu peristiwa adat yang menghadirkan seni pertunjukan tari adalah upacara perkawinan adat.

Khakot berarti khapot (menyatu atau bersatu) yang dilakukan oleh anak mayau (prajurit) Yang dipimpin oleh khakhanggau (hulubalang) dalam iringan-iringan menuju medan pertempuran. Kemudian setelah usainya peperangan, khakot ini dipakai sebagai iringan-iringan perjalanan dalam upacara adat seperti mengiringi pengantin untuk menuju pelaminan. (Nazori Nawawi, Lidah Batin ). Khakot pada masyarakat lampung pesisir (sub-etnis sai batin) sejak dahulu mempunyai kebiasaan atau tradisi untuk di iringi dengan arak-arakan bagi pasangan pengantin, petinggi adat (penyimbang) dan tamu kehormatan, serta orang-orang yang berjasa bagi pekon atau kampung maupun marganya. Tari khakot ini ditarikan sebagai pembuka jalan arak-arakan dengan barisan terdepan. (Ezivago Tabagjaya, Pegawai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanggamus:2017).


Khakot merupakan kosa kata dari bahasa lampung berdialek (A) yang berarti dieratkan. Makna tari khakot yaitu melindungi dan memberi rasa aman bagi petinggi adat dan masyarakatnya. Perubahan yang terjadi dalam tari khakot yaitu mengenai makna, pada saat ini tari khakot sebagai simbol atau ritual untuk menunjukan identitas budaya masyarakat Lampung. Sedangkan upaya masyarakat pekon teratas dalam mempertahankan tari khakot dengan cara merawat dan menjaga keutuhannya, keluarga-keluarga di pekon teratas dari generasi muda hingga generasi tua menjaga keutuhan kebudayaan Lampung (Sholeha, 2019). Tari khakot ditarikan oleh laki-laki karena tari khakot itu sendiri merupakan seni bela diri. Tarian ini ditarikan pada saat festival teluk semaka dan biasanya pada saat masyarakatnya sedang ada pesta perkawinan khakot sebagai pengiring pengantin dan menjadi garda depan dalam menjaga dari segala ancaman yang ada. Properti yang di gunakan pada tari khakot adalah pedang yang merupakan salah satu senjata masyarakat lampung khususnya masyarakat pesisir.

Seni tari

Seni dapat diartikan sebagai “tatanan mental”, yang berada didalam wilayah spiritualitas sesuatu yang berhubungan dengan wilayah yang lebih luas, lebih dalam, lebih kaya yang berhubungan dengan wilayah transenden, sesuatu yang melampaui, menembus, mengatasi semua yang telah di alami dan diketahui dalam hidup . Spiritualitas adalah wilayah yang “halus dan lembut”, tidak lekas terasa dan teraba bagi yang kurang peka. Hanya yang terlatih dalam kehalusan dan kelembutan perasaan, pengalaman, pengetahuan, pemikiran, “seni” baru hadir. 


Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang di ungkapkan lewat gerakan tubuh, sehingga instrument tubuh beserta prinsip-prinsip gerak fisiknya menjadi peralatan utama bagi seorang penari, (Sumandiyo dalam Martiara, 2012:59). Tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik, di atur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari 

Tari adalah keindahan, yang dinyatakan oleh kedalaman atau kekuatan rasa. Jadi tari merupakan ungkapan ekspresi jiwa dan perasaan manusia yang dituangkan melalui gerak tubuh yang diperhalus dengan nilai estetika sehingga dapat dinikmati oleh khalayak ramai (Sedyawati, 1981:71). Tari adalah kebudayaan dan kebudayaan adalah tari, dan wujud tari tidak dapat dipisahkan dari konsep budaya. Masalahnya adalah bagaimana menentukan pentingnya tari dalam kebudayaan dengan mencatat fungsi-fungsi tari didalam masyarakat. Caranya adalah dengan mengukur pentingnya tari dalam kelompok atau masyarakat, dengan mengamati secara menyeluruh apa yang ada didalam tari (Martiara,2012:4)

Tari tradisi merupakan tari yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga selama tarian tersebut masih sesuai dan diikuti masyarakat, maka masih termasuk tari tradisi (Jazuli dalam Khutniah, 2012:12). Berdasarkan penjelasan tersebut tari tradisi dapat di ungkapkan sebagai tata cara menari yang dilakukan oleh masyarakat tertentu secara terus menerus kemudian dikembangkan oleh generasi berikutnya. Penata tari berperan penting dalam menjaga eksistensi tari tradisi ketika mengalami perkembangan, sehingga tarian tersebut tetap bertahan dan lestari (Aprilina, 2014:2). 

Friday, 24 December 2021

Proses bersama ari ersandi

 PROSES BERSAMA BANG ARI ERSANDI


Saya bingung harus apa saja yang saya tulis ketika menjelaskan proses bersama bang ari ersandi. Banyak sekali yang sebenarnya yang bisa diungkapkan selama berproses sama beliau. tapi memang keterbatasan saya yang jarang menulis dan tidak bisa memikirkan kata-kata yang dapat menjelaskan selama berproses sama bang ari. Pada intinya saya sangat senang bisa berproses sama beliau. beliau orang pertama yang saya sebut ketika ada yang bertanya siapa idola penarimu? Jelas saya langsung menjawab bang ari ersandi. Gimana rasanya bisa diajak proses sama idola sendiri? Yang pasti saya tidak bisa menjelaskan deskripsinya , pada intinya senang. Namun senang itu selalu diiringi rasa saya dengan pertanyaan kepada diri sendiri mampu tidak saya bertanggung jawab karena beliau mengajak saya berproses. 

Pertanyaan kepada diri saya sendiri yang selalu bertanya “kok bisa saya menari?”. Tidak ada niat atau cita-cita saya masuk kedunia ini sebelumnya, semua mengalir saja sehingga saya diposisi saat ini. Sebelumnya saya tidak tahu apa itu TARI? Kenapa orang harus TARI? Kenapa saya menari? Yang saya ketahui sebelumnya tari itu yang penting gerak. Setelah berjalannya waktu, mengikuti proses, menonton, berdiskusi saya mulai memahami tari itu tidak hanya sekedar gerak namun ada makna dibalik itu. Namun timbul lagi pertanyaan saya apa itu makna?. Sehingga mulai saya dengan mencari tentang makna. Sampai akhirnya saya mulai mempertanyakan kenapa tari harus ada maknanya? Ini pernah saya lontarkan kepada teman diskusi saya. 

Bagaimana seorang dapat menjelaskan maknanya kedalam visual gerak tarinya. Karena sebelumnya saya berfikir ketika saya melihat pertunjukan tari saya selalu akan mencari apa yang ingin disampaikan dari karya tari dipertunjukkan tersebut. Saya selalu kesulitan bagaimana mencari makna dari karya tari yang tercipta bukan hanya sekedar gerak saja. Mungkin karena keterbatasan pengalaman dan wawasan tari saya yang masih kurang. Tapi hal tersebut yang membuat pertanyaan lagi, lalu bagaimana orang awam dapat menikmati dan mencari makna dalam sebuah karya. Belum lagi permasalahan dimana subyektifitas orang ketika memaknai sebuah karya tari. Bukankah karya tari itu ingin menyampaikan sesuatu kepada penonton. Dengan kondisi banyak penonton yang mempunyai cara pandang yang berbeda-beda mampukah penari menyampaikan makna dibalik gerak yang dilakukan. Lantas bagaimana saya yang saat ini masuk kedunia tari ketika ingin menari. Pertanyaan-peratanyaan yang muncul terkadang membuat ragu kenapa masuk kedunia tari.

Saya masih kebingungan bagaimana saya bergerak namun mampu menyampaikan sesuatu. Bagaimana gerak yang saya lakukan bisa membentuk komposisi yang indah dan sampai kepada penonton.  Sebenarnya banyak lagi pertanyaan saya terhadap dunia tari ini. Belum lagi tentang karya tari yang biasa disebut kontemporer. Sehingga berbagai pertanyaan yang muncul tersebut membuat saya masih kebingungan apa sebenarnya yang dimaksud dengan tari. Hal tersebut membuat saya terkadang takut tapi semoga masih ingin mencari dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pada akhirnya dari segala pertanyaan dan proses saya masuk didalam dunia tari ini diajak oleh bang ari ersandi dalam berproses. Sebenarnya bukan pada akhirnya, tapi setelah proses ini memunculkan tanggung jawab baru. Banyak bekal, ilmu, pengalaman yang diberikan oleh bang ari. Sehingga muncul mampukah saya saat ini melakukan itu.

Pertama kali bertemu dengan bang ari ersandi saya merasa ada kekaguman dengan pandangan beliau dan bagaimana proses beliau di dunia tari. Dengan pemikiran beliau dan terkadang saya lontarkan pernyataan kepada teman diskusi saya “pemikiran beliau tidak bisa ditebak ya?”,”dancok kok iso?”,”dancokk angel, beratttt’ tapi dalam konteks bercanda, hehe. Karena ada banyak hal yang membuka wawasan saya terhadap dunia tari. Ternyata tari bukan hanya sebatas gerak lalu dipertunjukkan kepada penonton. Lebih dari itu ternyata tari mengajarkan bagaimana untuk hidup. Sepertinya baru kali pertama ini saya mengikuti proses bagaimana tari itu mampu mengajarkan banyak hal. Dengan proses yang diberikan bang selalu ada hal baru yang dapat diambil. Setiap hari berbeda, setiap hari baru lagi, dan ditambah lagi ketubuhan beliau luar biasa. Setiap pertemuan selalu muncul rasa apa bisa saya bisa bertangung jawab sama yang telah diberikan pertemuan sebelumnya, karena ternyata pertemuan baru selalu muncul hal baru lagi. Tapi itu terasa asik

Mulai dari proses karya linimasa dengan bentuk gerak yang baru bagiku dan ketubuhan yang saya miliki masih jauh dan baru bagiku. Bagaimana bentuk metode setiap hari yang diberikan yang ternyata bisa aku maknai dan terasa bermanfaat bagi kehidupan. Bagaimana saya diajarkan konsep letak-meletakkan, 5 jari, kesadaran ruang, direct & indirect, rilis, mendengarkan, tanggung jawab, apa itu tari, melihat, mengamati, memberi dan menerima, angka 1 sampai 8, TARI, mengajarkan mengeluarkan pendapat dan banyak lagi. Belum lagi dari setiap poin dapat poin yang lebih banyak lagi. Saya merasa terhanyut dan menikmati apa yang beliau berikan dan katakan. Bagaimana beliau selalu mengajak dan tidak memaksakan, selalu mengembalikan kepada kami, selalu mempercayakan kepada kami, dan kegelisahan dan pertanyaan beliau yang membuat saya selalu sepakat. Entah kenapa banyak hal yang diberikan bang ari adalah sesuatu yang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama ini. Ternyata bukan hanya dalam konteks tari, ternyata tari mengajarkan hal lain. Tapi semua hal yang diberikan bang ari muncul ada rasa takut untuk membuat salah dan kembali lagi kepada rasa tanggung jawab, .apalagi saya tidak selalu on time datang latihan tapi berusaha mengusahakan Tetapi belia selalu punya caranya untuk bilang gak ada yang salah dan benar.

Setelah proses linimasa mulailah dengan proses menuju karya sepanggung yang setiap kali latihan berubah, setiap kali latihan ada hal baru, setiap kali latihan selalu akan berubah apa yang akan dibicarakan dan setiap kali latihan terasa seperti pentas. Tapi itu terasa asik, yaa memang asik karena sejenak saya bisa menerapkan ilmu letak meletakkan dimana ketika saya latihan saya meletakkan sejenak diri saya dan menikmati proses latihan untuk menari. Semua selalu punya muatan apalagi setiap kali latihan ada hal yang selalu didiskusikan. Sangat banyak hal yang bisa dibicarakan melalui tari, mulai dari sepasang kura-kura, magenta, sosial media. bahkan memaknai apa itu tari sendiri. beliau membawa kami untuk menemukan sendiri apa yang beliau berikan, bahkan memaknai tari dengan versi kami sendiri. sampai pada akhirnya karena banyak hal yang ingin dibicarakan proses karya sepanggung masuk kepada proses mendengarkan. Suatu hal yang ringan untuk dibicarakan namun ini dalam dan sangat berat. Bagiku mendengarkan bukan sesuatu hal yang kecil dan ringan untuk dibicarakan karena sesuatu yang kecil dan berulang-ulang lama-kelamaan akan menjadi hal besar.

Pada proses karya mendengarkan ada banyak hal yang dapat saya maknai, bukan hanya dalam hal tari namun untuk hidup. mendengarkan orang lain, hati, pikiran, ego, tubuh, ruang dan apapun yang bisa didengarkan. Bang ari ersandi selalu bilang mendengarkan lewat mata dan melihat melalui telinga. Saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut, namun itu terasa berat yang jelas mendengarkan adalah proses dimana kita memproses sesuatu dan menerima dengan nurani kita sebagai manusia. Ternyata belajar mendengarkan sangat berat. Sampai pada akhirnya dari proses mendengarkan yang selalu berbeda muatan setiap pertemuan pada karya sepanggung kami akan membicarakan dari proses mendengar dengan judul 1+1=8. Pertama kali dengar judul yang terlintas dipikiranku adalah ketidaksepakatan, kenapa angka 8. Angka yang diberikan oleh bang ari untuk mencari apa maknanya. Dari ketidaksepakatan dari seorang individu maka harus dibarengi dengan sebuah tanggung jawab untuk memberikan alasannya. Angka 8 merupakan angka yang erat hubungannya dengan tari. Jika angka satu adalah suatu bilangan yang dapat berdiri sendiri dan dapat membentuk bilangan lain itu sama halnya dengan individu yang sebagai penari itu sendiri. pada akhirnya saya memaknai jika 1+1 sebagai individu tari maka individu tersebut akan membentuk angka 8 dan dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Saya tidak tahu ini benar atau salah. Dari semua proses yang telah diberikan oleh bang ari pada akhirnya adalah tanggung jawab. Tanggung jawab kepada diri sendiri, tanggung jawab secara horizontality maupun verticality. Dan seperti angka 8 itu sendiri yang tidak pernah terputus, tanggung jawab tari juga tidak akan terus bersambung dan berjalan.

Ternyata jawaban dari pertanyaan apa itu tari bagiku sangat berat, karena yang jelas itu butuh proses lagi dan tidak berhenti. Mempunyai muatan tanggung jawab yang besar. Setelah melaksanakan pementasan 1+1=8 ada hal dimana aku mendengarkan sesuatu yang belum mampu aku lakukan dan itu menamparku. Bertanggung jawab terhadap apa yang sudah kita lakukan, berbicara, apa yang telah didengarkan dan bahkan pada tari itu sendiri. rasanya seperti tertampar ketika memang ketika kita menari dan tidak mampu bertanggung jawab apa yang telah dibicarakan. Karena bicara, mendengarkan, dan bertanggung jawab itu tidak mudah ternyata. 

Walaupun berat selalu namun itu harus dilakukan dengan rasa bahagia. Seperti halnya yang dikatakan bang ari udah gak kaya tapi gak bahagia lagi. Saya merasa bahagia telah diajak berproses sama bang ari. Bahagia seperti ketika harus mendengarkan usia saya diumur 10 tahu dimana terasa ringan, tanpa beban dan bahagia. Walaupun bahagia itu disertai dengan tanggung jawab yang besar dengan segala apa yang telah aku dengarkan. mencari makna kembali apa yang dimaksud dengan tari, apa itu tari, kenapa orang menari. Tapi Semua hal yang dapatkan semoga bisa sama seperti angka 8 yang tidak pernah terputus dan mampu menemukan semua hal yang berkaitan dengan tari. Walaupun ada rasa takut, bingung untuk memutuskan sesuatu. Tapi dari seluruh proses saya mau bilang luar biasa bang. Diusia saya sepuluh tahun saya tidak pernah memikirkan akan menjadi penari. Mohon maaf jika terlalu panjang, sebenarnya saya bingung apa yang akan saya tulis karena ada banyak hal yang didapatkan tapi saya belum mampu menulis, berbicara, dan bertanggung jawab dengan baik. Semoga bisa berproses lagi bang, saya tidak tahu kemarin dari karya 1+1=8 sampai atau tidak, saya sebagai penari berhasil atau tidak, tapi seperti karya kak susan proses bersama bang ari ini untuk aku dan mantaabb..