Thursday, 13 January 2022

Alat Musik Gamolan Lampung


Indonesia merupakan negara yang beragam dan memiliki budaya budaya yang kompleks. Sebuah Negara besar dan kaya akan nilai luhur budaya dan tradisi di setiap daerahnya dan memiliki karakteristik kebudayaannya masing-masing, baik pada tarian, lagu, maupun alat musik tradisionalnya.

 

Salah satu daerah di antaranya adalah Lampung, yang memiliki aneka ragam budaya dan tradisi. menjadi salah satu daerah yang memiliki alat musik tradisional yang disebut Gamolan. Gamolan merupakan alat musik khas Lampung yang terbuat dari bambu. Gamolan adalah sebuah instrumen musik Lampung yang merupakan warisan budaya dunia. Gamolan mendapat pengaruh yang dimulai pada fase Pra-sejarah, zaman klasik hingga zaman modern. Kebudayaan oral, batu, kayu hingga bambu, selain itu Gamolan juga mendapat pengaruh kepercayaan Animisme, Dinamisme, Hindu-Buddha, Islam dan Melayu. Bangsa India, China,  Arab dan Eropa. Dari sekian pengaruh tersebut terbentuklah Gamolan sebagai instrumen musik tradisional Lampung.

 

Xylophone dari Provinsi Lampung, Sumatera. Delapan lempengan bambunya secara kasar memiliki kisaran nada lebih dari satu oktaf. Lempengan- lempengan bambu tersebut diikat secara bersambungan dengan tali rotan yang disusupkan di bagian teratas lempeng. Penyangga yang tergantung bebas di atas wadah kayu memberikan resonansi ketika lempeng bambunya dipukul oleh sepasang tongkat kayu. Dua orang pemain duduk di belakang alat musik ini, salah satu dari mereka (pemimpin) memainkan pola-pola melodis pada enam lempeng dan orang satunya (gelitak) mengikutinya pada dua lempeng sisanya. Lempeng-lempeng pada gamolan di stem dengan cara menyerut punggung bambu agar berbentuk cekung. (Margaret J Kartomi,1985:31)

 

Gamolan yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Lampung memperlihatkan fakta yang cukup ironi, karena pada kenyataannya sebagian besar masyarakat Lampung belum mengetahui alat musik tersebut. Hal ini terlihat pada penyebutan gamolan sebagai cetik dan sebagian yang lain masih mengira bahwa gamolan adalah gamelan merujuk pada alat musik Jawa, karena memiliki nama yang hampir sama. Keadaan seperti ini harus segera di luruskan karena untuk dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang menjadi kebanggaan bangsa perlu adanya pemahaman dan wawasan budaya terutama bagi generasi muda, sehingga eksistensi dari Gamolan dapat terus berkembang di tengah arus globalisasi.



Kenyataan bahwa Gamolan yang merupakan alat musik tradisional Lampung belum populer dikalangan masyarakat setempat. Beberapa hal yang menjadi alasan Gamolan belum dikenal di masyarakat tersebut yaitu kurangnya pengetahuan dan wawasan budaya daerah ditambah lagi lokasi desa yang cukup jauh dari pusat kebudayaan dan minimnya kesadaran generasi muda untuk mencari wawasan budaya dari berbagai sumber, serta kurang adanya program pengenalan dan pengembangan kebudayaan khususnya Gamolan di wilayah tersebut.

 

Memiliki wawasan terhadap Gamolan tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan diri sebagai suatu bangsa tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas seperti dapat membuat alat musik Gamolan yang dapat berdampak pada perekonomian, menyelenggarakan pentas seni Gamolan, dan dapat menjadi wahana dalam mengembangkan minat dan bakat masyarakat khusunya generasi muda. Pengembangan dan pelestarian Gamolan harus terus di kembangkan sedini mungkin bagi generasi muda yang akan menjadi agen penerus bangsa.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment