Indonesia merupakan negara yang beragam dan memiliki budaya budaya yang
kompleks. Sebuah Negara besar dan kaya akan nilai luhur budaya dan tradisi di
setiap daerahnya dan memiliki karakteristik kebudayaannya masing-masing, baik
pada tarian, lagu, maupun alat musik tradisionalnya.
Salah satu daerah di antaranya adalah Lampung, yang memiliki aneka ragam
budaya dan tradisi. menjadi salah satu daerah yang memiliki alat musik tradisional
yang disebut Gamolan. Gamolan merupakan alat musik khas Lampung yang terbuat
dari bambu. Gamolan adalah sebuah instrumen musik Lampung yang merupakan
warisan budaya dunia. Gamolan mendapat pengaruh yang dimulai pada fase
Pra-sejarah, zaman klasik hingga zaman modern. Kebudayaan oral, batu, kayu
hingga bambu, selain itu Gamolan juga mendapat pengaruh kepercayaan Animisme,
Dinamisme, Hindu-Buddha, Islam dan Melayu. Bangsa India, China, Arab dan Eropa. Dari sekian pengaruh tersebut
terbentuklah Gamolan sebagai instrumen musik tradisional Lampung.
Xylophone dari Provinsi Lampung, Sumatera. Delapan lempengan bambunya
secara kasar memiliki kisaran nada lebih dari satu oktaf. Lempengan- lempengan
bambu tersebut diikat secara bersambungan dengan tali rotan yang disusupkan di
bagian teratas lempeng. Penyangga yang tergantung bebas di atas wadah kayu
memberikan resonansi ketika lempeng bambunya dipukul oleh sepasang tongkat
kayu. Dua orang pemain duduk di belakang alat musik ini, salah satu dari mereka
(pemimpin) memainkan pola-pola melodis pada enam lempeng dan orang satunya
(gelitak) mengikutinya pada dua lempeng sisanya. Lempeng-lempeng pada gamolan
di stem dengan cara menyerut punggung bambu agar berbentuk cekung. (Margaret J
Kartomi,1985:31)
Gamolan yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Lampung
memperlihatkan fakta yang cukup ironi, karena pada kenyataannya sebagian besar
masyarakat Lampung belum mengetahui alat musik tersebut. Hal ini terlihat pada
penyebutan gamolan sebagai cetik dan sebagian yang lain masih mengira bahwa
gamolan adalah gamelan merujuk pada alat musik Jawa, karena memiliki nama yang
hampir sama. Keadaan seperti ini harus segera di luruskan karena untuk dapat
menjaga dan melestarikan kebudayaan yang menjadi kebanggaan bangsa perlu adanya
pemahaman dan wawasan budaya terutama bagi generasi muda, sehingga eksistensi
dari Gamolan dapat terus berkembang di tengah arus globalisasi.
Kenyataan bahwa Gamolan yang merupakan
alat musik tradisional Lampung belum populer dikalangan masyarakat setempat.
Beberapa hal yang menjadi alasan Gamolan belum dikenal di masyarakat tersebut
yaitu kurangnya pengetahuan dan wawasan budaya daerah ditambah lagi lokasi desa
yang cukup jauh dari pusat kebudayaan dan minimnya kesadaran generasi muda
untuk mencari wawasan budaya dari berbagai sumber, serta kurang adanya program
pengenalan dan pengembangan kebudayaan khususnya Gamolan di wilayah tersebut.
Memiliki wawasan terhadap Gamolan tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan diri
sebagai suatu bangsa tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas seperti dapat
membuat alat musik Gamolan yang dapat berdampak pada perekonomian,
menyelenggarakan pentas seni Gamolan, dan dapat menjadi wahana dalam
mengembangkan minat dan bakat masyarakat khusunya generasi muda. Pengembangan
dan pelestarian Gamolan harus terus di kembangkan sedini mungkin bagi generasi
muda yang akan menjadi agen penerus bangsa.
0 comments:
Post a Comment