Showing posts with label Musik. Show all posts
Showing posts with label Musik. Show all posts

Sunday, 16 January 2022

Ragam Jenis Alat Musik Tradisional Lampung

Menurut Barnawi dan Hasyimkan (2019: 11) Talo balak yang terdapat beberapa di Provinsi Lampung mainkan atau tabuh oleh beberapa orang pemain laki-laki. Ansambel Talo Balak terdiri dari beberapa instrumen antara lain:

  1. Instrumen kulintang

yaitu instrumen yang penempatannya tersusun berjejer, susunannya hampir sama dengan susunan instrumen reong, terompong (Bali) dan instrumen talempong (Sumatera Barat) serta di Lampung penyebutannya Canang. Instrumen kulintang yang terdapat di berbagai wilayah Provinsi Lampung terbuat dari bahan logam atau perunggu dan berjumlah enam buah nada serta mainkan oleh salah satu orang penabuh.

  1. Instrumen gujih

adalah suatu instrumen yangbentuknya seperti instrumen ceng- ceng kopyak dalam anasambel Gong Gede Bali, tetapi ukurannya lebih kecil dari instrumen ceng-ceng kopyak. Sumber bunyi yang diperoleh dari instrumen gujih ialah dengan membenturkan kedua belah instrumen gujih yang dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri penabuh. Fungsi utama instrumen gujih adalah sebagai pengikut melodi pokok.

  1. Instrumen bende

adalah suatu instrumen yang bentuknya seperti instrumen kenong dalam Karawitan Jawa, akan tetapi perbedaanya terlelak pada penempatan alat musik (instrumen) tersebut. Maksudnya instrumen bende digantung pada sebuah penggantung yang sebut cagak siger dan menggunakan tali pada penggantungnya, sedangkan instrumen kenong dalam Karawitan Jawa ditempatkan pada rancakan dan tidak digantung. Tiap-tiap permainan instrumen bende hanya untuk penentuan aksen ketukan berat, instrumen bende memiliki empat teknik menabuh yang membedakan antara tabuhan yang satu dengan tabuhan yang lainnya.

  1. Instrumen Gelitak dan Instrumen Pepetuk

adalah sebuah pembuat ritmis dalam penyajian tiap tabuhan Talo Balak. Kedua instrumen ini digabungkan dalam sebuah rancakan. Bentuknya sama dengan instrumen kulintang yang terbuat dari perunggu. Instrumen gelitak terdiri dari 3 nada tinggi dan instrumen pepetuk terdiri dari 3 nada rendah.

  1. Instrumen Gindang yang berada pada ansambel

Talo Balak sebenarnya sama dengan instrumen Gendang Batangan ansambel Gamelan Jawa. Baik dari diameternya dan persis secara organologi akustiknya. Teknik dalam permainannya memiliki penyebutan Tak = t dan Dung = d. Fungsi dalam instrumen Gindang ini sebagai pembentuk sebuah irama. Pembentuk dinamika dalam permainannya seperti kecepatan dan sebagai tabuh pemberhenti dalam setiap tabuhannya. Selain itu juga biasanya instrumen Gindang pakai untuk penentu dalam setiap ketukan untuk mengiring kedalam ketukan berat serta pembuat suasana dalam tiap-tiap tabuhannya.

  1. Instrumen Talo

adalah instrumen yang ukurannya seperti instrumen kempul (Gong) dalam Karawitan Jawa. Instrumen talo pasang dengan cara gantung pada penggantung instrumen talo yang sebut cagak siger. Ada dua buah instrumen talo yang digunakan, yaitu Talo Balak (talo besar) dan Talo Lunik (talo kecil). Talo berfungsi untuk pengaturritme dari irama melodi kulintang dan sebagai penutup suatu urutan bunyi yang dimainkan dalam suatu tabuhan.

 

Fungsi Musik

Musik adalah bentuk suatu hasil karya seni dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi,harmoni, bentuk, struktur lagu, dan ekspresi sebagai salah satu kesatuan, hal tersebut merupakan penjelasan dari (Hamrin, dkk 2018). Sedangkan (Arifkan, 2018) fungsi itu adalah peranan. Fungsi musik bagi manusia mempunyai fungsi psikologis (kejiwaan), Sosiologis yang dapat membantu atau sebagai perantara dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk keagaamaan, iringan tari, kebudayaan. Bahwa fungsi musik terbagi menjadi dua yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Fungsi primer sebagai sarana upacara, hiburan , dan tontonan.



Fungsi sekunder sebagai pengikat solidaritas, dan sebagai meditasi. Musik berperan sebagai alat pemersatu, jika dalam satu kelompok memainkan musik secara bersama-sama, secara tidak langsung musik tersebut menjadi alat 17 pemersatu baik sesama pemain dan penikmat musik. Pada penyajian musik khususnya musik tradisional terdapat fungsi yang menuntun terselenggaranya penyajian atau pertunjukkan musik. (Sujarno, 2014), mengatakan pada dasarnya seni pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi yaitu :

  1. Fungsi ritual

Pada mulanya musik tradisional tumbuh karena adanya ritual atau kebiasaan adat setempat seperti upacara adat, atau upacara keagamaan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau yang diagungkan.

  1. Fungsi Pendidikan

Sebagai fungsi pendidikan dimana suatu pertunjukan membawa pesan kepada penonton dan juga pemain musik. Pada umumnya pesan-pesan itu bersifat baik yang sampaikan dalam bentuk nyanyian, tarian, atau bahkan aloginya. Fungsi pendidikan sebagai penonton dapat lebih mengenal mengenai musik tradisional dan mengenal akan budaya sendiri, sebagai pemain fungsi pendidikan muncul dari keinginan untuk melestarikan musik tradisional.

  1. Media Penerangan Sebagai Kitik Sosial

 Biasanya pada suatu penyajian atau pertunjukan sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan atau pesan kritik sosial. Dimana pesan tersebut bisa disampaikan dalam bentuk dialog, nyanyian dan gerak. Biasanya menceritakan tentang masalah yang sedang berlangsung.

  1. Fungsi Hiburan

Pada umumnya penonton atau penikmat seni datang melihat untuk mengapresiasi suatu penyajian seni baik itu seni tari, musik, maupun drama untuk mencari hiburan. Pada seni pertunjukan tradisional sebagai sarana hiburan, biasanya tersebut begitu lepas dan tidak dikaitkan dengan pelaksanaan atau tata cara ritual. (Fuadah dkk, 2018), yang menyatakan fungsi pendidikan musik bagi kehidupan anak adalah untuk menolong 18 mereka mencapai kesuksesan dalam bersosialisasi dan kehidupannya. Hal tersebut dapat diraih salah satunya dengan bermain ansambel. Bermain musik secara ansambel memiliki banyak manfaat seperti memunculkan sikap tanggung jawab, bekerja sama dan harmonis antar peserta didik

Serta juga menurut (Subiyanto, 2017: 8) Fungsi musik tradisional, bagi masyarakat Indonesia secara umum ada tiga fungsi musik tradisional seperti:

  1. Sarana Upacara Adat Budaya (Ritual)

Upacara-upacara adat Indonesia selalu melibatkan musik tradisi. Apabila kedudukan musik merupakan bagian pokok atau bahkan inti upacara adat maka disebut musik tradisi. Oleh karena itu, kehadiran musik tradisi dalam upacara adat ini bersifat mutlak.

  1. Pengiring tarian

Musik tradisional juga digunakan masyarakat mengiringi tarian-tarian khas daerahnya. Kebanyakan tarian khas daerah Indonesia hanya cocok jika di iringi musik daerahnya sendiri. Antara tarian dan musik pengiringnya memiliki keselarasan yang khas. Iringan musik yang sesuai menjadikan tarian tampil lebih hidup seperti cita rasa yang dimaksudkan.

  1. Sarana Hiburan

Hiburan yang bersifat invidu akan menyegarkan kembali keletihan mental orang yang bersangkutan. Orang bisa duduk sendirian menghibur diri dengan bermain suling. Ia bebas menyanyikan lagu kesukaannya dengan alat musik yang dikuasai.

Komposisi musik

 

Secara etimologis, komposisi berarti menyusun dan dalam banyak masyarakat komposisi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian, bakat, dan ketaatan pada aturan-aturan yang telah ditentukan. Dengan demikian, itu berartimusik yang diubah atau dicipta harusmemenuhi aturan atau kaidah musik tertentu.



Komposisi adalah suatu istilah yang biasanya digunakan 16 untuk menyusun suatu karya musik, baik vokal, instrumen, maupun gabungan keduanya yang bentuk dalam notasi tertulis ataupun proses dimana komposer telah menyusun komposisi. Komposisi musik merupakan proses kreatif yang melibatkan beberapa persyaratan, yaitu bakat (Sidik, 2004).

Pengertian tersebut menjelaskan tentang komposisi musik adalah suatu pengembangan ide musikal dan penggabungan dari elemen-elemen musik melalui pengetahuan, pengalaman, rasa, dan estetika untuk menjadikan sebuah karya musik original.

 Sehingga dapat disimpulkan, Komposisi musik adalah proses menyusun atau membentuk bagian musik dengan cara menggabungkan elemen- elemen musik. Ketika menyusun sebuah bagian musik, seorang komposer dapat dikatakan sedang membuat komposisi musik.

Unsur-unsur Musik

 Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik yangmencerminkan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Dalam musik terkandung nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi bagian dan proses enkulturasi budaya.



 Penjabaran melalui unsur-unsur musik (Arifkan, 2018) terbagi atas, ritme, melodi, harmoni, dinamik, tempo, warna nada (timbre). Berikut penjelasannya :

  1. Ritme

Ritme sebagai elemen waktu dalam musik yang dihasilkan oleh dua faktor, yaitu aksen dan panjang pendek nada-nada atau durasi. Ritme dapat kuat atau lemah. Ia dapat menjadi teratur bilamana pola-pola aksen durasinya diulang-ulang atau sebaliknya. Ritme bisa menjadi sederhana apabila polapola tersebut hanya terdiri dari beberapa nilai nada, atau dia bisa menjadi komplek (rumit) bilamana aksen dan durasinya sangat beraneka ragam.

  1. Melodi

Melodi disebut juga suara adalah suksesi linear nada musik yang dianggap sebagai satu kesatuan, dalam arti yang paling harfiah adalah urutan nada dan jangka waktu nada. Melodi sering terdiri dari satu lebih frasa musik atau motif, dan biasanya diulang-ulang dalam lagu memiliki ciri khas yang berbeda sebuah karakter dari ciri khas dalam berbagai bentuk.

  1. Harmoni

Harmoni dalam musik adalah salah satu teori mengajarkan bagaimana menyusun satu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras dengan berbagai nada secara bersama-sama dan akordakord musik. Harmoni adalah musikal yang di dasari penggabungan secara simultan dari nada-nada meliputi susunan, peranan dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan. 15

  1. Dinamik

Intensitas merupakan salah satu dari sebuah perlengkapan musik, yang sering disebut dinamika digunakan untuk membeda-bedakan kekuatan suara yang mencakup semua tingkat kekerasan dan kelembutan serta tanda-tanda yang menunjukkan perubahan, baik itu lembut kerasnya, dan cepat lambatnya. dinamika dapat diibaratkan jiwa emosional dari gerak tari yang bisa diwujudkan dari bermacam-macam teknik, seperti pergantian level, dari tinggi rendah, pergantian tempo dari lambat ke cepat, pergantian tekanan gerak dari lemah ke yang kuat dan sebaliknya.

  1. Tempo

Seberapa cepatnya atau lambatnya lagu harus dimainkan dapat diketahui dari tanda tempo. Istilah ini ambil dari bahasa Italia berarti waktu. Musik menunjukkan pada tingkat kecerdasan. Ukuran untuk mendekati tanda kecepatan, kini dapat tentukan dengan menggunakan sebuah alat Mettronome Maelzel (MM), terkadang pula dalam musik terjadi perubahan tempo. Musik tari yang tempo cepat akan memberikan suasana tenang, ramai, agresif. Sedangkan musik tari dalam tempo lambat akan berkesan lembut, halus, tenang dan religius. Untuk musik tari dalam tempo sedang akan membawa kesan yang lebih riang, senang”.

  1. Warna Nada (timbre)

Warna nada (timbre) merupakan ciri khas yang terdengar bermacammacam, yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda-beda, dan yang dihasilkan oleh nada yang bermacam-macam (Ardedi, 2018).

Musik Ansambel

Ansambel secara umum  dapat di artikan sebagai bentuk bermain musik yang dilkakukan secara bersama sama. Ansambel berasal dari Prancis yaitu Ensemble berarti bersama-sama (Fuadah, dkk 2018). berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ansambel merupakan permainan musik yang dilakukan secara bersama-sama. Ansambel dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih. Contoh ansambel seperti orkestra, band, paduan suara, duet, trio dan sebagainya.



Menurut (Fuadah, dkk 2018), bentuk penyajiannya ansambel dibagi menjadi dua jenis yaitu ansambel sejenis dan ansambel gabungan. Kedua jenis ansambel tersebut dibedakan oleh alatmusik yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasan kedua jenis ansambel tersebut.

a. Musik Ansambel Sejenis

Musik ansambel sejenis merupakan penyajian musik ansambel denganmenggunakan satu jenis alat musik. Contohnya seperti ansambel recorder, ansambel perkusi, ansambel pianika dan sebagainya. Ansambel ini bisa berisi ansambel instrumen melodis dan ritmis.

b. Musik Ansambel Campuran

Musik ansambel campuran merupakan penyajian musik ansambel dengan menggunakan beberapa jenis alat musik. Contohnya ansambel yang berisi permainan rekorder, pianika dan gitar. Alat musik yang digunakan dalam permainan ansambel kelompokkan menjadi tiga berdasarkan peran dan fungsinya yaitu : alat musik ritmis, alat musik melodis dan alat musik harmonis.

Thursday, 13 January 2022

Alat Musik Gamolan Lampung


Indonesia merupakan negara yang beragam dan memiliki budaya budaya yang kompleks. Sebuah Negara besar dan kaya akan nilai luhur budaya dan tradisi di setiap daerahnya dan memiliki karakteristik kebudayaannya masing-masing, baik pada tarian, lagu, maupun alat musik tradisionalnya.

 

Salah satu daerah di antaranya adalah Lampung, yang memiliki aneka ragam budaya dan tradisi. menjadi salah satu daerah yang memiliki alat musik tradisional yang disebut Gamolan. Gamolan merupakan alat musik khas Lampung yang terbuat dari bambu. Gamolan adalah sebuah instrumen musik Lampung yang merupakan warisan budaya dunia. Gamolan mendapat pengaruh yang dimulai pada fase Pra-sejarah, zaman klasik hingga zaman modern. Kebudayaan oral, batu, kayu hingga bambu, selain itu Gamolan juga mendapat pengaruh kepercayaan Animisme, Dinamisme, Hindu-Buddha, Islam dan Melayu. Bangsa India, China,  Arab dan Eropa. Dari sekian pengaruh tersebut terbentuklah Gamolan sebagai instrumen musik tradisional Lampung.

 

Xylophone dari Provinsi Lampung, Sumatera. Delapan lempengan bambunya secara kasar memiliki kisaran nada lebih dari satu oktaf. Lempengan- lempengan bambu tersebut diikat secara bersambungan dengan tali rotan yang disusupkan di bagian teratas lempeng. Penyangga yang tergantung bebas di atas wadah kayu memberikan resonansi ketika lempeng bambunya dipukul oleh sepasang tongkat kayu. Dua orang pemain duduk di belakang alat musik ini, salah satu dari mereka (pemimpin) memainkan pola-pola melodis pada enam lempeng dan orang satunya (gelitak) mengikutinya pada dua lempeng sisanya. Lempeng-lempeng pada gamolan di stem dengan cara menyerut punggung bambu agar berbentuk cekung. (Margaret J Kartomi,1985:31)

 

Gamolan yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Lampung memperlihatkan fakta yang cukup ironi, karena pada kenyataannya sebagian besar masyarakat Lampung belum mengetahui alat musik tersebut. Hal ini terlihat pada penyebutan gamolan sebagai cetik dan sebagian yang lain masih mengira bahwa gamolan adalah gamelan merujuk pada alat musik Jawa, karena memiliki nama yang hampir sama. Keadaan seperti ini harus segera di luruskan karena untuk dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang menjadi kebanggaan bangsa perlu adanya pemahaman dan wawasan budaya terutama bagi generasi muda, sehingga eksistensi dari Gamolan dapat terus berkembang di tengah arus globalisasi.



Kenyataan bahwa Gamolan yang merupakan alat musik tradisional Lampung belum populer dikalangan masyarakat setempat. Beberapa hal yang menjadi alasan Gamolan belum dikenal di masyarakat tersebut yaitu kurangnya pengetahuan dan wawasan budaya daerah ditambah lagi lokasi desa yang cukup jauh dari pusat kebudayaan dan minimnya kesadaran generasi muda untuk mencari wawasan budaya dari berbagai sumber, serta kurang adanya program pengenalan dan pengembangan kebudayaan khususnya Gamolan di wilayah tersebut.

 

Memiliki wawasan terhadap Gamolan tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan diri sebagai suatu bangsa tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas seperti dapat membuat alat musik Gamolan yang dapat berdampak pada perekonomian, menyelenggarakan pentas seni Gamolan, dan dapat menjadi wahana dalam mengembangkan minat dan bakat masyarakat khusunya generasi muda. Pengembangan dan pelestarian Gamolan harus terus di kembangkan sedini mungkin bagi generasi muda yang akan menjadi agen penerus bangsa.