Seni dapat diartikan sebagai “tatanan mental”, yang berada didalam wilayah spiritualitas sesuatu yang berhubungan dengan wilayah yang lebih luas, lebih dalam, lebih kaya yang berhubungan dengan wilayah transenden, sesuatu yang melampaui, menembus, mengatasi semua yang telah di alami dan diketahui dalam hidup . Spiritualitas adalah wilayah yang “halus dan lembut”, tidak lekas terasa dan teraba bagi yang kurang peka. Hanya yang terlatih dalam kehalusan dan kelembutan perasaan, pengalaman, pengetahuan, pemikiran, “seni” baru hadir.
Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang di ungkapkan lewat gerakan tubuh, sehingga instrument tubuh beserta prinsip-prinsip gerak fisiknya menjadi peralatan utama bagi seorang penari, (Sumandiyo dalam Martiara, 2012:59). Tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik, di atur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari
Tari adalah keindahan, yang dinyatakan oleh kedalaman atau kekuatan rasa. Jadi tari merupakan ungkapan ekspresi jiwa dan perasaan manusia yang dituangkan melalui gerak tubuh yang diperhalus dengan nilai estetika sehingga dapat dinikmati oleh khalayak ramai (Sedyawati, 1981:71). Tari adalah kebudayaan dan kebudayaan adalah tari, dan wujud tari tidak dapat dipisahkan dari konsep budaya. Masalahnya adalah bagaimana menentukan pentingnya tari dalam kebudayaan dengan mencatat fungsi-fungsi tari didalam masyarakat. Caranya adalah dengan mengukur pentingnya tari dalam kelompok atau masyarakat, dengan mengamati secara menyeluruh apa yang ada didalam tari (Martiara,2012:4)
Tari tradisi merupakan tari yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga selama tarian tersebut masih sesuai dan diikuti masyarakat, maka masih termasuk tari tradisi (Jazuli dalam Khutniah, 2012:12). Berdasarkan penjelasan tersebut tari tradisi dapat di ungkapkan sebagai tata cara menari yang dilakukan oleh masyarakat tertentu secara terus menerus kemudian dikembangkan oleh generasi berikutnya. Penata tari berperan penting dalam menjaga eksistensi tari tradisi ketika mengalami perkembangan, sehingga tarian tersebut tetap bertahan dan lestari (Aprilina, 2014:2).
0 comments:
Post a Comment