Menurut Barnawi dan Hasyimkan (2019: 11) Talo balak yang terdapat beberapa di Provinsi Lampung mainkan atau tabuh oleh beberapa orang pemain laki-laki. Ansambel Talo Balak terdiri dari beberapa instrumen antara lain:
- Instrumen kulintang
yaitu instrumen yang
penempatannya tersusun berjejer, susunannya hampir sama dengan susunan
instrumen reong, terompong (Bali) dan instrumen talempong (Sumatera Barat)
serta di Lampung penyebutannya Canang. Instrumen kulintang yang terdapat di
berbagai wilayah Provinsi Lampung terbuat dari bahan logam atau perunggu dan berjumlah
enam buah nada serta mainkan oleh salah satu orang penabuh.
- Instrumen gujih
adalah suatu instrumen
yangbentuknya seperti instrumen ceng- ceng kopyak dalam anasambel Gong Gede
Bali, tetapi ukurannya lebih kecil dari instrumen ceng-ceng kopyak. Sumber
bunyi yang diperoleh dari instrumen gujih ialah dengan membenturkan kedua belah
instrumen gujih yang dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri penabuh.
Fungsi utama instrumen gujih adalah sebagai pengikut melodi pokok.
- Instrumen bende
adalah suatu instrumen yang
bentuknya seperti instrumen kenong dalam Karawitan Jawa, akan tetapi
perbedaanya terlelak pada penempatan alat musik (instrumen) tersebut. Maksudnya
instrumen bende digantung pada sebuah penggantung yang sebut cagak siger dan menggunakan
tali pada penggantungnya, sedangkan instrumen kenong dalam Karawitan Jawa
ditempatkan pada rancakan dan tidak digantung. Tiap-tiap permainan instrumen bende
hanya untuk penentuan aksen ketukan berat, instrumen bende memiliki empat
teknik menabuh yang membedakan antara tabuhan yang satu dengan tabuhan yang
lainnya.
- Instrumen Gelitak dan
Instrumen Pepetuk
adalah sebuah pembuat ritmis dalam
penyajian tiap tabuhan Talo Balak. Kedua instrumen ini digabungkan dalam sebuah
rancakan. Bentuknya sama dengan instrumen kulintang yang terbuat dari perunggu.
Instrumen gelitak terdiri dari 3 nada tinggi dan instrumen pepetuk terdiri dari
3 nada rendah.
- Instrumen Gindang yang
berada pada ansambel
Talo Balak sebenarnya sama dengan
instrumen Gendang Batangan ansambel Gamelan Jawa. Baik dari diameternya dan
persis secara organologi akustiknya. Teknik dalam permainannya memiliki
penyebutan Tak = t dan Dung = d. Fungsi dalam instrumen Gindang ini sebagai pembentuk
sebuah irama. Pembentuk dinamika dalam permainannya seperti kecepatan dan
sebagai tabuh pemberhenti dalam setiap tabuhannya. Selain itu juga biasanya
instrumen Gindang pakai untuk penentu dalam setiap ketukan untuk mengiring kedalam
ketukan berat serta pembuat suasana dalam tiap-tiap tabuhannya.
- Instrumen Talo
adalah instrumen yang ukurannya
seperti instrumen kempul (Gong) dalam Karawitan Jawa. Instrumen talo pasang
dengan cara gantung pada penggantung instrumen talo yang sebut cagak siger. Ada
dua buah instrumen talo yang digunakan, yaitu Talo Balak (talo besar) dan Talo
Lunik (talo kecil). Talo berfungsi untuk pengaturritme dari irama melodi
kulintang dan sebagai penutup suatu urutan bunyi yang dimainkan dalam suatu tabuhan.
0 comments:
Post a Comment