Sesuai dengan kebutuhan pemakai, maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian, sehingga ditemukan berbagai jenis semen.
1.
Semen
Portland (OPC)
2.
Water
proofed cement
3.
Semen
Putih
4.
High
Alumina Cement
5.
Semen
Anti Bakteri
6.
Oil
Well Cement (OWC)
7. Semen Campur
1. SEMENT PORTLAND (OPC)
Semen portland
diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen
Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan
persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.
Tipe semen ini paling
banyak diproduksi dan banyak dipasaran
2. Tipe II
(Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan
terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai
panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada
daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi
penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan)
yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen
Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan,
dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses
hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.
3. Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan
yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III
ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr
dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen
Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama
dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam
umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan
menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen
Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan
semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan
dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana
kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan
diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton
yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari
semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I
5 Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan
tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk
pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam
sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb
2. WATER PROOFED CEMENT
Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara
semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil
seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini
banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan
hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.
3. WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)
Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan
konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses
pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan
oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).
4. HIGH ALUMINA CEMENT
High
Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat
dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap
serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen
ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen
Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite,
sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
1. Rafractory
Concrette
2. Heat
resistance concrete
3. Corrosion resistance concrete
5. SEMEN ANTI BAKTERI
Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen
Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan
tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton
terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia
dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti
bakteri antara lain :
1. Kamar
mandi
2. Kolam-kolam
3. Lantai
industri makanan
4. Keramik
5. Bangunan
dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri
6.
OIL WELL CEMENT
Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur
dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic
hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi
kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur
minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu
didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan
semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang
mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran
sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai
dengan API Spesification 10 1986, yaitu :
KELAS A |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak
dipersyaratkan |
KELAS B |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan
tahan terhadap sulfat sedang |
KELAS C |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan
sifat kekuatan tekan awal yang tinggi |
KELAS D |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050 meter, dengan kondisi
suhu dan tekanan yang sedang |
KELAS E |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270 meter, dengan kondisi
suhu dan tekanan yang tinggi |
KELAS F |
Digunakan untuk sumur
sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880 meter, dengan kondisi
suhu dan tekanan yang tinggi |
KELAS G |
Digunakan untuk
cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan
tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder.
Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas
E |
7. BLENDED
CEMENT (SEMEN CAMPUR)
Semen
campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh
semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material
lain sebagai pencampur.Jenis semen
campur :
1. Semen
Portland Pozzolan (SPP)
2. Portland
Pozzolan Cement (PPC)
3. Portland
Blast Furnace Slag Cement
4. Semen
Mosonry
5. Semen
Portland Campur (SPC)
6. Portland
Composite Cement (PCC)
1.
Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)
Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai
Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri
dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass
atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen
Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen
Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.
2.
Portland Blast Furnace Slag Cement
Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang
dicampur dengan kerak dapur
tinggi secara
homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus
slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.
Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO +
MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content.
Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling
berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :
1. Jika
kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
2. Betonnya
lebih stabil dari pada beton semen portland
3. Mempunyai
permebility yang rendah
3.
Semen Masonry
Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian
berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan
umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland
yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka
diperkanalkan Semen Masonry .
4.
Portland Composite Cement (Semen
Portland Komposit) PCC
Menurut
SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil
penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu
atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland
dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain
terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika,
batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari
massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland
Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan
jumlah Aditive material aktif
1. Type
II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
2. Type
II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif
Kalau
pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya
1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih
dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY
CEMENT.
0 comments:
Post a Comment